Postingan

Kebencian Allah Swt

Pernah membenci? Bisa dipastikan setiap kita, sedikit atau banyak, pernah menyimpan rasa benci di hati. Lantas, jika ditanya mengapa. Jawabnya, tentu lebih sering kebencian-kebencian itu lahir dari segala sesuatu yang tidak cocok dengan keinginan dan harapan di hati. Kita menginginkan begini, tetapi yang terjadi malah begitu. Benci pun perlahan muncul. Kita berharap sesuatu hal, namun yang didapatkan malah hal yang lain. Ini pun bisa jadi menumbuhkan bibit-bibit kebencian. Pastinya, kebencian itu mudah sekali muncul ketika kebaikan-kebaikan yang diharapkan tidak mewujud sama sekali. Ternyata, Allah pun pada tahap tertentu juga menyampaikan kebencian-Nya terhadap kita, manusia. Kenapa? Pada dasarnya, Allah sedemikian mencintai kita, manusia. Semenjak mula diciptakan, manusia didesain hanya untuk beribadah kepada-Nya. (wa maa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduun). Bahkan, di alam ruh, manusia sudah disumpah hanya untuk menuhankan Dia Swt saja. Tetapi, seiring berjal...

Surga di Telapak kaki Ibu?

Gambar
“ Al-jannatu tahta aqdaamil ummahaat ” (surga di bawah telapak kaki ibu) adalah sebuah motivasi bagi para anak agar sepanjang kehidupannya senantiasa menghormati kedua orang tuanya. Sebab kehadiran para anak di dunia, hidup, dan menjadi “orang” adalah buah tangan dari kerja keras dan jasa-jasa para orang tua. Dan semestinya, hadist Rasulullah Saw tersebut sasarannya adalah para anak agar menjadi pegangan hidup sehingga tidak lupa dengan seluruh jasa kedua orang tuanya. Meski demikian, sayangnya, tidak sedikit yang dengan dalih hadist tersebut, para orang tua berlaku sewenang-wenang terhadap para anaknya. Bersikap otoriter. Tidak memberikan ruang berdiskusi bagi para anak. Dan ketika tidak sesuai dengan keinginan orang tua, anak-anak dicap sebagai yang tidak akan mendapatkan surga yang terletak di telapak kaki ibu, dalam hal ini orang tua. Padahal, sebagai orang tua, telah diwanti-wanti oleh Rasulullah Saw dengan “ kullu mauluudin yuuladu ‘alal fitroh, fa abawaahu yuhawwidaanihi,...

Menata Hati

Gambar
Pada dasarnya, semenjak manusia dilahirkan itu membawa bekal di dalam dirinya masing-masing, yang kemudian dipahami tersimpan rapi di hati yang paling dalam. Lantas, seiring berjalannya waktu dan semakin bertambah luas serta banyaknya cakupan hidup di dunia yang dipenuhi tipu daya ini, maka sedikit demi sedikit kebaikan dasar manusia yang menjadi bekalnya semenjak lahir itu tertutupi. Menjadi semakin tertutupinya hati paling dalam sebagai sumber kebaikan setiap diri itu, juga tidak hanya disebabkan oleh segala hal yang bersumber dari luar diri manusia itu sendiri. Melainkan sisi lain manusia yang dibekali nafsu dan keinginanlah yang lebih banyak mendorong manusia untuk terus menerus menolak kebaikan dirinya sendiri. Ibaratnya sebuah ruang, hati manusia itu, yang di sisi kanan dan kirinya terdapat candela. Dari satu cendela, malaikat akan memasuki ruang itu untuk senantiasa menjaganya jika memang ruangan tersebut benar-benar dalam kondisi yang baik. Sedang satu cendela yang lain ...

Hati Penuh Maaf

Gambar
Sepanjang kita saling berinteraksi dengan sesama manusia, macam-macamlah perangai sikapnya. Ada yang sangat baik, tidak sedikit pula yang perangainya suka menjengkelkan. Dan dalam kondisi perangai ini, sesungguhnya terdapat sebentuk ujian bagi diri kita sendiri. Misalnya ketika berinteraksi dengan orang yang baik kepada kita, maka di situ kita sebisa mungkin harus membalas kebaikan itu dengan yang jauh lebih baik. Sebaliknya, seburuk apapun perangai orang lain ketika sedang berinteraksi dengan diri kita, maka sebisa mungkin mencegah diri untuk tidak melakukan hal yang serupa. Bahkan yang jauh lebih utama adalah memaafkannya, kemudian membalasnya dengan kebaikan-kebaikan yang jauh lebih baik lagi. Meski terkadang, sebagai manusia yang mudah tersulut api dendam. Ketika sudah terlampau dibaiki oleh orang lain, lantas entah sengaja atau tidak, tiba-tiba orang tersebut satu kali saja berbuat sesuatu yang tidak mengenakkan di hati kita. Maka ketidak baikan yang dilakukan orang lain te...

Iming-iming Pahala

Gambar
Kebanyakan dari kita tentu pernah mengalami yang namanya jatuh cinta. Khususnya kepada lawan jenis. Uniknya, ekspresi cinta itu sedemikian beraneka ragam. Bahkan tidak jarang di dalam percintaan itu terdapat pengorbanan-pengorbanan yang sama sekali tidak membutuhkan balasan apapun. Tentu saja demi yang dicintainya tadi. Tanpa diiming-imingi akan dikasih ini dan itu. Ketulusan cinta yang di hati telah menggerakkan para pecinta untuk melakukan apapun saja demi yang dicintainya tadi. Sehingga kesengsaraan, juga derita, seakan tidak berlaku di hadapan para pecinta. Misalnya, ketika kita mencintai seseorang. Pernahkah kita berpikir akan dikasih apa atau mendapatkan keuntungan yang bagaimana di saat harus melakukan sesuatu demi yang kita cintai tadi? Jawaban tidak atas pertanyaan inilah, kemudian ada istilah cinta itu buta. Berkorban mati-matian demi yang dicintai tanpa pernah mendapatkan balasan setimpal atas pengorbanan tadi adalah nilai sebuah ketulusan. Seringnya, bercinta yang tu...

Asyik Bermedia Sosial

Gambar
Di zaman yang semakin modern ini, menjadikan manusia semakin dimudahkan dengan beragam fasilitas ketercanggihan teknologi. Media sosial, misalnya. Jika di zaman dahulu, untuk bisa berjumpa dengan saudara-saudara kita yang jauh saja, harus melalui proses yang tergolong rumit. Harus mengunjungi langsung, baru bisa bertemu. Atau kalau tidak begitu, dengan saling berkirim surat. Lama. Dan tentu masih banyak kendala pribadi untuk bisa saling berkunjung begitu. Namun sekarang, merebaknya media sosial menjadikan setiap kita bisa berbincang-bincang santai dengan yang berada di ujung dunia paling jauh sekalipun. Beraneka sudah medianya. Tidak hanya model telphon seperti dulu yang hanya terdengar suaranya. Tetapi, banyak sekali media sosial yang menfasilitasi hingga bisa saling berbicara dengan bertatap muka. Bahkan, dengan media sosial itu, setiap detik, setiap moment diri bisa langsung diceritakan secara detail kepada orang lain, meski jauhnya di ujung dunia sekalipun. Kemudahan-kem...