Hati Penuh Maaf
Sepanjang kita saling berinteraksi dengan sesama manusia, macam-macamlah perangai sikapnya. Ada yang sangat baik, tidak sedikit pula yang perangainya suka menjengkelkan. Dan dalam kondisi perangai ini, sesungguhnya terdapat sebentuk ujian bagi diri kita sendiri. Misalnya ketika berinteraksi dengan orang yang baik kepada kita, maka di situ kita sebisa mungkin harus membalas kebaikan itu dengan yang jauh lebih baik. Sebaliknya, seburuk apapun perangai orang lain ketika sedang berinteraksi dengan diri kita, maka sebisa mungkin mencegah diri untuk tidak melakukan hal yang serupa. Bahkan yang jauh lebih utama adalah memaafkannya, kemudian membalasnya dengan kebaikan-kebaikan yang jauh lebih baik lagi. Meski terkadang, sebagai manusia yang mudah tersulut api dendam. Ketika sudah terlampau dibaiki oleh orang lain, lantas entah sengaja atau tidak, tiba-tiba orang tersebut satu kali saja berbuat sesuatu yang tidak mengenakkan di hati kita. Maka ketidak baikan yang dilakukan orang lain te...