Tidak Sekedar Niat Baik
“ al-umuuru bimaqhosidihaa ” bahwa segala sesuatu itu bergantung niatnya. Sedang pada tataran niat, jika yang diniatkan adalah sebuah kebaikan, maka niat baik tersebut sudah dicatat sebagai amal baik oleh Tuhan. Lebih-lebih jika benar-benar mampu menjalankan kebaikan yang telah diniatkannya tadi. Sebaliknya, ketika terdapat niatan buruk di dalam hati, maka masih ditangguhkan sehingga ia menjalankan niatan buruknya tadi. Bahkan saking Maha Baiknya Tuhan, ketika manusia sudah terjerumus pada perbuatan buruk untuk pertama kalinya, juga belum dicatat sebagai benar-benar menjalankan keburukan. Tuhan masih memberikannya ruang berkesempatan untuk bertaubat. Jika misalnya, di pagi hari ia melakukan sebuah keburukan, maka catatan amalnya ditangguhkan hingga siang hari. Ketika tiba-tiba di siang hari ia bertaubat, maka keburukan tadi dihapuskan dengan ampunan-Nya. Namun, jika setelah melakukan keburukan tadi tidak ada penyesalan sama sekali, tidak kunjung bertaubat memohon ampunan atas se...