Postingan

Tidak Sekedar Niat Baik

Gambar
“ al-umuuru bimaqhosidihaa ” bahwa segala sesuatu itu bergantung niatnya. Sedang pada tataran niat, jika yang diniatkan adalah sebuah kebaikan, maka niat baik tersebut sudah dicatat sebagai amal baik oleh Tuhan. Lebih-lebih jika benar-benar mampu menjalankan kebaikan yang telah diniatkannya tadi. Sebaliknya, ketika terdapat niatan buruk di dalam hati, maka masih ditangguhkan sehingga ia menjalankan niatan buruknya tadi. Bahkan saking Maha Baiknya Tuhan, ketika manusia sudah terjerumus pada perbuatan buruk untuk pertama kalinya, juga belum dicatat sebagai benar-benar menjalankan keburukan. Tuhan masih memberikannya ruang berkesempatan untuk bertaubat. Jika misalnya, di pagi hari ia melakukan sebuah keburukan, maka catatan amalnya ditangguhkan hingga siang hari. Ketika tiba-tiba di siang hari ia bertaubat, maka keburukan tadi dihapuskan dengan ampunan-Nya. Namun, jika setelah melakukan keburukan tadi tidak ada penyesalan sama sekali, tidak kunjung bertaubat memohon ampunan atas se...

Sibuk Berdzikir, Lupa Berdoa

Gambar
Setiap kali mengantar dan menjemput sekolah keponakanku, sepanjang perjalanan ia tiada henti-hentinya menyapa setiap yang dikenalnya. Panggil sapaan itu tidak hanya ditujukan pada temannya yang berseragam sama dengannya, juga yang berbeda sekolah, bahkan yang berpakaian biasa tanpa seragam pun tidak luput dari teriakannya di atas sepeda motor ketika aku boncengk an. Menyapa, memanggil, itu sangat dinikmatinya di sepanjang perjalanan, sebagai bukti sebuah keakraban menjalin hubungan yang mesra. Tentu, sapaan dan panggilan, walau hanya satu dua kata saja, atau walau hanya memanggil nama saja, bahkan sebentuk senyum tulus yang disampaikan kepada orang lain, memiliki pengaruh yang luar biasa di dalam menjaga keakraban yang begitu mesra di dalam setiap bentuk hubungan. Begitu pun sebaliknya, sedekat apapun hubungan itu, jika tidak ada saling tegur sapa tentu lama kelamaan hubungan menjadi semakin renggang. Kemudian, sebentuk sapaan tadi kelak juga akan mampu menggerakkan hati ora...

Yang Dibutuhkan, Bukan yang Diinginkan

Gambar
“ Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina ” (QS. Al-Mukmin: 60) Sebagai manusia berketuhanan, pastilah pernah berdoa. Sedangkan mengenai waktu dan tempat serta tentang keistiqomahan menjaga diri untuk tetap berdoa adalah tentu bergantung seberapa kental tingkat kepribadian diri sebagai manusia yang benar-benar berketuhanan. Akan tetapi, lebih sering doa itu dipanjatkan hanya ketika manusia di dalam posisi terdesak oleh berbagai kesempitan dan kesusahan hidup. Sedang ketika berada di dalam kondisi lapang nan sangat berbahagia, kerapkali manusia lalai. Sehingga jangankan berdoa, bersyukur akan seluruh anugerah Tuhan pun lupa. Parahnya, dengan kebiasaan yang semacam itu, ketika apa yang menjadi keinginannya sehingga tergerak hatinya untuk khusyu’ berdoa itu tidak kunjung terwujud, maka Tuhan dituduhnya sebagai yang tidak adil. Lalu berputus asa dan kem...

Sekolah dan Pengangguran

Gambar
Tingginya tingkat pendidikan seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan jenis pekerjaan yang digeluti. Bahkan bisa jadi sebaliknya, seorang dengan tingkat pendidikan yang tinggi malah masih direpotkan untuk melamar pekerjaan ke sana-sini. Lain halnya dengan yang tidak berpendidikan, malahan tidak jarang yang bisa menjadi pengusaha sukses. Kenyataan ini tentu semakin memperjelas bahwa semestinya orientasi dari setiap jenjang pendidikan yang ditempuh tidak semata demi sebuah pekerjaan yang mentereng, melainkan seharusnya adalah usaha membentuk karakter kepribadian diri. Soal tujuan yang demikian ini, tingginya tingkat pendidikan tidak bisa serta merta diidentikkan dengan jenis pekerjaan yang digeluti. Akan tetapi, seharusnya menjadi pembeda antara yang benar-benar berpendidikan dengan yang sama sekali tidak berpendidikan. Dan perbedaan itu ada pada sisi keilmuan yang diterapkannya di dalam menunjang keberlangsungan hidupnya. Misalnya saja, biarpun menjadi seorang petani, ata...

Mengubah Keadaan

Gambar
“ Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh) .” (QS. Ar-Ro’du: 39) Dapatkah sebuah keadaan yang terdapat pada diri seseorang itu dirubah? Kebanyakan kita akan beranggapan bahwa keadaan diri seseorang itu pastilah bisa dirubah. Lalu bagaimana cara mengubahnya? Tidak lain adalah dengan kerja keras. Sehingga apa yang dirasa kurang, diperjuangkan sekuat tenaga sampai pada sebuah keberhasilan. Akan tetapi, benarkah pilihan sikap yang demikian ini? Apakah setiap usaha itu bisa dipastikan keberhasilannya? Jika rasionalitas pikiran terbatas manusia yang diandalkan untuk mengubah setiap keadaan diri seseorang, bisa dipastikan manusia akan mengalami kekecewaan yang luar biasa pada akhirnya. Usaha sekuat tenaga dan kerja keras manusia kerapkali hanyalah sebentuk kesombongan yang muncul dari dalam diri manusia yang “ merasa bisa ”. Sejatinya, bisa apakah manusia di dalam mengubah keadaa...

HP dan Penjara Sosial

Gambar
Seorang teman di account facebooknya memposting sebuah status yang berjudul “ Doa Membawa HP ”, tulisnya, “ Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami yang memiliki HP, karena kami lebih banyak mengisi pulsa daripada bersedekah, lebih banyak membaca sms/wa/fb/bb daripada membaca al-Qur’an, lebih sering buka Bluetooth daripada berlutut sujud, sering telphon tetapi jarang silaturrahmi, mengisi pulsa 10 ribu tidak puas tetapi isi kotak amal 10 ribu merasa terlalu banyak, cepat merespon bunyi HP tetapi lelet menjawab kumandang adzan. Ya Allah, ampunilah kami, semoga HP yang kami miliki lebih dapat berguna sebagai sarana ibadah kepada-MU dan jangan kau jadikan HP sebagai saksi yang memberatkan aku. Amin. ” Sekilas membaca postingan tersebut kita akan berujar lucu, tetapi memang demikianlah kenyataan kehidupan kita dengan ketercanggihan tekhnologi yang melahirkan dunia yang sama sekali baru. HP dengan segenap perangkatnya telah benar-benar merenggut hidup kita yang nyata. Bagaimana tidak?. Ki...

Wajibnya Orangtua Mendidik Anak

Gambar
A dakah yang tidak menangis jika kematian menjemput seseorang? Dan adakah yang tidak bergembira dengan lahirnya seorang bayi ke dunia? M eski selalu demikian, dan memang mati, juga lahir adalah proses takdir yang sudah biasa diperlihatkan Tuhan kepada manusia. T etapi, kerapkali manusia lalai sehingga menjadi susah ketika harus menghadapi keduanya. Sudah yakin bahwa mati pasti akan dialami dengan waktu yang sangat dirahasiakan-Nya, namun bekal untuk menghadapinya tidak dipersiapkan sedini mungkin dan sebaik mungkin. Padahal apa-apa yang pasti akan dibutuhkan kelak ketika hidup setelah mati sudah dijelaskan secara detail di dalam kitab suci-Nya juga melalui teladan Nabi SAW . D an pernahkah ketika bayi-bayi itu terlahir kemudian kita sedikit bingung penuh tanya, " hendak ke mana perjalanan hidup bayi ini kelak berakhir? surga ataukah neraka? " Tentu saja, surga dan nerakanya anak bergantung bagaimana setiap orangtua mengarahkan mereka. Jika anak hanya diberikan makan...